Media Islam Online yang menyajikan berita dunia Islam dan artikel keislaman serta dakwah.

Jumat, 12 Januari 2018

Inilah Hukum Dalam Islam, Suami Mencabut K3m** lu**n Saat M3n9 g** ul! Istri

Demikian pula jika istrinya yaitu seorang hamba sahaya, suami juga tidak bisa mencabut alat kelaminnya kecuali minta izin kepada yang memiliki hamba sahaya itu, atau -menurut salah satu pendapat- izin hamba sahaya itu sendiri. Berbeda dengan hamba sahaya milik pribadi. 
 
 
Ada juga menurut Imam Malik, seorang suami yang mencabut alat kelaminnya waktu sedang ber3tub**h hukumnya makruh secara mutlak. Juga tidak bisa untuk wanita yang di3tub**hi terima uang imbalan, supaya suaminya diperkenankan olehnya mencabut alat kelaminnya, lalu sewaktu-waktu dimasukkan kembali ke l**b**n v**g!n** istri dengan hasrat suaminya. 
 
Syaikh Umar bin Abdul Wahab al-Husaini berkata, untuk orang yang ber3tub**h dengan istrinya yang masih perawan (gadis tinting), seharusnya ia tidak mencabut alat kelaminnya dari l**b**n v**g!n** istrinya (sebelum sistem per3tub**han itu benar-benar selesai), jangan seperti kebiasaan yang doilakukan oleh orang-orang bodoh.

Namun sebaiknya sp3rm** yang keluar dibiarkan saja cepat-cepat masuk keke r**h!m istrinya, siapa tahu Allah akan mentakdirkan dia seorang anak dari hasil ber3tub**htersebut, sehingga keturunan yang dikaruniakan kepadanya itu bisa bermanfaat untuk dirinya. Kemungkinan selain itu yaitu ber3tub**h yang dialkukan dengan istrinya adalah akhir pertemuannya dnegan istrinya, sebab tiada sseorang juga yang dapat mengelak dari datangnya maut. 
 
Sumber : K. H. Misbah Musthofa, terjemah quratu al-‘uyun, hal113-114, Al-Balagh. 1993.
sumber : http://islamberadab.blogspot.co.id/2017/02/inilah-hukum-dalam-islam-suami-mencabut.html?m=1

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Inilah Hukum Dalam Islam, Suami Mencabut K3m** lu**n Saat M3n9 g** ul! Istri

Comments
0 Comments